PUISI

Malam Pentas

Purnama senyap, dipeluk gelap, biji rintik dari langit, jatuh di padang genting

Mengiris angin hingga berkeping, tebasannya menuai sepoi, nafasnya adalah topan dan badai

Getir

Aku menaiki punggung tidur, terbaring di pelupuk, menutup tirai mata perlahan,

kemasi jejak perjalanan siang, teater mimpi digelar, berhenti sampai fajar

Bunga tidur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s