Selamat Berbuka Puisi

Seorang ibu melihat gempa di tubuh anaknya, bergetar. Menggemparkan dada yang sesak dengan Haq.

Deras mata air, terjun dari hutan lebat, rimbun penuh dengan mahkota ilmu. Kharisma dan wibawa.

Retak tuturan cakap keduanya menahan dahaga, sedangkan di balik perut adalah demonstrasi cacing menagih jatah perbekalan siang.

“Tahan Nak, sebentar lagi bedug tiba”

Puasa

Nomina, 9 Romadhon 1441

Penulis: nomina

"Datang dari sebuah peradaban, tercipta karena perjanjian, dan dibina oleh ikatan"

13 tanggapan untuk “Selamat Berbuka Puisi”

  1. aku pernah mengalami kena suspen, wp yang jadul, katanya ada link iklan yang nyangkut, untungnya mr wp masih baik hari, akunya disuruh download dan bikin blog baru, langsung ekstrak, hanya tahunnya jadi baru lagi

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s