Bablas

Apabila malam telah terbenam berserta cahaya bintang nan suka cita, dalam gelap menyeimbangkan dingin, menuju fajar

Aku ditelan lupa ketika mata tak lagi terjaga, cahayanya redup oleh kantuk, gemerlap mimpi di ambang pagi

Bara menyengat di ufuk kelabu, terbang secepat-cepatnya, masuklah sekumpulan nyawa, dan ruh menuju dada

(Nomina, méi 2020)

Catatan Seorang Murid

Aku adalah seorang murid, selalu mengatakan itu. Berulang-ulang.

Kepada angin

Kepada hujan

Kepada semesta.

Kefakiran adalah hari raya bagiku, tidak ada kegembiran dalam catatanku, kelak lidahku kelu untuk mengucapkannya

Di hadapan guru

Di hadapan hakim

Di hadapan Tuhan

Malam adalah kita ; aku dan buku, di kedalaman sunyi, berhentilah suara, berhentilah angin

(Nomina, Ciluncat, 1424 H)