Makrokosmos

Malam ini Tuhan sedang melucuti cahaya langit, sepuluh hari menuju perubahan musim membuat dadaku berdetak kencang, bulan yang kukagumi tengah bersembunyi di balik tanggal tua – menuju pergantian. Sejak kecil sudah menjadi topik hangat, sekelumit pertanyaan saling berkejaran di kepala, ia selalu menebar senyum tepat waktu pada tanggal lima belas di tahun Hijriyah setiap bulannya.

Mataku berkelana mengawasi gerak-gerik malam yang selalu komitmen mengenakan gaun gelap – pekat. Sementara rintik di bulan Juni masih menunggu jatah untuk turun ke bumi, bintik-bintik kecil yang menjadi pelipur lara menguasai langit, kerap menunjukan eksistensinya. Tak ada suara knalpot atau kegaduhan lainnya, demikianlah hidup di perkampungan, senyap. Meski waktu masih menunjukan pukul delapan malam, orang-orang sekitar sudah merangkai mimpi di atas ranjang tidurnya, hanya ada bunyi air yang jatuh ke permukaan kolam. Kilatan-kilatan cahaya semakin tegas memanjakan mata, lekas ku kemas apa-apa yang nampak dalam pikiran hingga terbit menjadi sepotong puisi yang urung tuntas :


KELEDAI JANTAN

Hatiku yatim
Tubuhku sahaya
Kembali

Di Kampung kecilku
Roh tertinggal
Asing

…..


(Nomina, 17 Juni 2020)

Penulis: nomina

"Datang dari sebuah peradaban, tercipta karena perjanjian, dan dibina oleh ikatan"

2 tanggapan untuk “Makrokosmos”

Tinggalkan Balasan ke nomina Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s