Migrasi Santri

Gelap adalah keras
Membeku, dalam dan menenggelamkan
Mencarak kedip di mataku

Bunga mawar liar tumbuh
Risau mengurung jiwa
Bukan kurangnya cahaya – pekat.

Kembalilah tidurku
Lenyap ribuan cahaya, pergi darimu
Dari hambarnya keanggunan

Bintang-bintang di langit
Seperti hiatus bergaun kusut
Usang dan membusuk

(Nomina, Kobong I, 1425 H)