Ijtinab

Dan Tuhan membangun dinding tebal tepat di depan mataku

seseorang menyentuh dinding itu

Angin dingin mampir di dada
tangan-tangan kasar menangkap “Kosong” katanya

Bisikan kecil mengetuk hati berkali-kali membangunkan jasad yang terbaring, ditiupkannya kehidupan
“bangunlah” ucapnya

Rasa fisik yang hilang
diam-diam tertanam bibit-bibit
Tumbuhlah gambar imajinasi

Nomina, Juni 2020