Mikrokosmos

Dokpri

Yang mulia Al-Karhi, aku belajar merasakan dari kesungguhan mu saat itu. Tatkala engkau mendekatkan hatimu kepada pemilik kelap-kelipnya bintangfora ; titik-titik sunyi. Cipta hening dari sudut bumi, meski telapak kakimu di atas punggung pasir akan tetapi pikiran dan hatimu tumbuh ke atas langit yang tinggi.

Memandangnya dari jauh, menghirup wanginya di taman langit itu. Mekar ; menyilaukan pandangan. Cahyaning Sukma Wibawakersa ; menampakkan romansa keheningan malam. Hancurnya noda-noda Minda pada akal budi pekerti yang sangat sulit disucikan.

Tidak ada yang bisa mengeluarkan kesenangan yang sudah menetap dalam hati, hanya rasa takut yang menggetarkan batin, atau rindu yang menggelisahkan jiwa. Keinginan itu meluap ; memenuhi wadah hati hingga meresap di pikiran-pikiran, sangatlah luar biasa pengaruhnya. Untuk menyembuhkannya sangatlah sulit, hanya rasa takut yang besar ; menggetarkan dinding hati.

Puja-puji dalam sanubari, balasan beserta ancaman, siksa bagi tubuh-tubuh kotor, ingat akan datangnya ajal dari hadrat-Nya, dikembalikannya jiwa kepada muasal kubur, dan rasa rindu yang sangat, yaitu dengan pekikan sanubari tentang kemuliaan dan kenikmatan yang diberikan kepada sang ahli, dan para kinasih-Nya, berupa tempat terindah dan kenikmatan yang lebih lagi di dalamnya.

Cineam, 27 November 2020

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s