Di bawah kibaran sarung

Ada ruang yang harus ku sisakan. Berjejal apabila harus dipaksakan, bahkan terlalu berat jika ditumpuk. Aku takut menjadi lipatan-lipatan kusut. Jika itu adalah kain, kurasa akan mudah dikembalikan. Tapi jika ini adalah kehidupan, maka tidak akan mudah kembali seperti semula. Ada rasa khawatir bilamana momen ini terlupakan begitu saja. Meskipun aku seorang lelaki, ketakutan itu akan selalu ada.

Sejak saat itu aku tetap memegang prinsip, bahwa selama pintu itu terbuka lebar, akan ku relakan segenap jiwa dan ragaku untuk kembali meneruskannya. Beruntung aku diberikan kedua kaki yang lengkap, sehingga kapan saja aku bisa dengan leluasa meregangkan keduanya di tempat berbeda. Jelas aku tidak ingin menjadi siapa. Tapi kalimat itu bagaikan simpul yang terus mengikat di dadaku. Aku seperti layang-layang yang terbang tinggi melewati awan menuju ke atas langit, mengikuti angin berhembus, langit memberiku kebebasan untuk bergerak.

Nomina, 15 Januari 2020