FUN TIME

Sayap-Sayap Patah

THE FLYING DONKEY

Bukan hanya gibran yang pernah merasakan sakit karena kehilangan sayapnya, namun si kuning juga. Baru saja Serie-A kehilangan salah satu kontestannya. Nasib sial menimpa salah satu klub sepakbola yang sempat meramaikan persaingan scudeto di tahun 2000 an, The Flaying Donkey atau biasa disebut si keledai terbang tak mampu bertahan karena faktor financial. Beginilah resiko olahraga yang sudah menjadi industri, akan banyak sekali jalan yang bisa menjadi penyebab kehancuran atau bahkan kejayaan.

Sumber google

Aku masih ingat pada waktu itu bintang sekaliber Sergio Pellissier menjadi nama yang cukup mentereng dan tak kalah besarnya jika disandingkan dengan Gabriel Omar Batistuta dari As Roma, Del Piero dari Juventus, bahkan Ronaldo Nazario yang kala itu berseragam Inter Milan.

Anda harus menyukai hal yang kecil agar mengerti sesuatu yang besar

-nomina-

Pemain sepak bola itu termasuk orang yang ber IQ tinggi, bukan hanya dari cara mereka bermain, tapi ada sesuatu yang unggul dari cara mereka berbicara. Terbukti banyak sekali quotes-quotes mereka yang selalu dikutip oleh para penggemarnya

Saya tidak ingin berada di tim hanya sebagai simbol. Saya tidak mau mencuri uang. Saya sudah mendapatkannya dari bermain,”

Sergio Pellissier

Sempat menjadi bahan ejekan oleh teman ketika bermain playstation

Sudah hal lumrah saat bermain playstation saling lempar ejekan, semata-mata hanya untuk menghangatkan suasana. Memori indah di masa itu masih terngiang-ngiang di kepalaku, bukan karena kalah atau menang, namun saat bermain Winning Eleven sudah kebiasaanku memilih tim-tim kecil, baik dari Serie-A, Eredivisie, Bundesliga, bahkan Premier League, apalagi tahun 95′ sampai 2000 an Serie-A pamornya sedang menanjak, ada beberapa tim yang sering aku pilih, diantaranya, Fiorentina, Udinese, Brescia, dan tim yang sedang aku ulas sekarang, Chievo Verona.

Sergio Pellissier simbol kesetiaan kota Verona

Bagi sebagian penggemar fanatik selalu saja ada sesuatu yang di elu-elukan, baik dari cara mereka bermain, style, bahkan kesetiaannya terhadap klub yang ia bela, tak terkecuali pemain eksentrik Sergio Pellissier, yang sampai sekarang setia membela Chievo Verona bahkan saat klub sedang mengalami krisis keuangan ia rela untuk dipotong gaji hanya karena ingin membantu beban klub sampai keteteran mencari investor dan sponsor untuk menutupi kebutuhan biaya klub.

Addio Chievo …. addio The Flying Donkey, terima kasih telah menghiasi masa kecilku dengan permainan sepabkolamu yang cukup indah, semoga kamu kembali terbang tinggi.

Nomina, 2021

3 tanggapan untuk “Sayap-Sayap Patah”

Tinggalkan Balasan ke nomina Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s