PUISI

Ilalang

Dia naik ke puncak tanah, dia diberi hidup, rimbun menahun mengiring musim

Mekarnya bergantian, malai mahkota yang melingkar di kepala sang ratu penguasa

Menjulang batang lidahnya mengiris angin, tajam daunnya laksana ranjau duri memotong sendi

Nomina, Juni 2006