Puisi adalah lukisan abstrak dalam hati penyair, diberi warna oleh kata-kata
Puisi adalah suara yang tak pernah tahu di mana asalnya, didengungkan oleh perasaan gelisah, rindu dan cinta
Puisi adalah definisi tegas yang tidak ada di kamus bahasa
Nomina
-
Puisi Adalah
-
Dan Bagaimana?
Bagaimana aku bisa menggambarkan keagungan-Nya, sedangkan yang ada dalam pikiran-pikiran manusia adalah hal-hal baru
Bagaimana aku memberitahukan kehadiran-Nya, sebab Ia datang tanpa berpindah dan pergi tanpa berbalik
Bagaimana aku mampu merangkum eksistensi-Nya, karena wujud-Nya tidak ditemui dengan kata ada dan tidak hilang oleh kata tiada
Rasakan!
Nomina, Rajab 1425 H
-
Bunga Kartika
“Aku tak melihat bunga yang lebih mekar dari bunga Kartika, Ia tumbuh tanpa mengenal musim, Ia wangi tanpa laju angin”
-
“Keinginan”
“Jika keinginan adalah jalan panjang, keputusasaan itu seperti bangunan kokoh di sampingnya, sebagian orang menetap di dalamnya, sebagian lagi beranjak dengan kesabarannya”
nomina
-
Ijtinab
Dan Tuhan membangun dinding tebal tepat di depan matakuseseorang menyentuh dinding itu
Angin dingin mampir di dada
tangan-tangan kasar menangkap “Kosong” katanya
Bisikan kecil mengetuk hati berkali-kali membangunkan jasad yang terbaring, ditiupkannya kehidupan
“bangunlah” ucapnya
Rasa fisik yang hilang
diam-diam tertanam bibit-bibit
Tumbuhlah gambar imajinasi
Nomina, Juni 2020
-
Sekerat Asa

“Yang paling kaya dari sebuah musim adalah hujan, ia rela mengorbankan tubuhnya demi setangkai bunga, sebatang pohon, juga sekumpulan rumput -rumput kering, dan yang paling miskin adalah pikiran-pikiran dangkal ketika mencela kedatangannya”
Nomina, 2020
-
Sandekala

Seorang gembala menyadari hal-hal yang diberlakukan atasnya – upah dan jasa yang sangat sedikit dan besar resiko peliharaannya diganggu sekelompok hewan buas, tak jarang habis dimangsa. Namun seorang gembala menyadari dirinya harus dengan sukarela mengurusi ternaknya, yang paling penting dari seorang gembala adalah menjaga asa agar tugasnya selalu dilakukan dengan sukacita juga dilandasi kegembiraan.
Sang gembala tahu diri, kapan ia harus turun dari bukit yang tinggi, melewati lembah curam hanya untuk sampai di sabana, menyeberangi hijau raya – berkah hidup yang di karuniakan. Gembala tahu persis waktu untuk berpindah tempat dari tempat satu ke tempat lainnya, guna menyiasati tumbuh kembang pakan rumput agar tersedia setiap harinya.
S A N D É K A L A
Angin menyerahkan dirinya kepada senja, Memerintah pucuk-pucuk menguning itu, menari di pelupuk
Batangnya mencakar langit, Merobek Mega penuh warna
Terbukalah pintu malam yang lebar, tanpa menilai kecemburuan
Siang bukanlah seorang jalang, meski mengencani matahari sejak pagi
Sandekala datang menjelma, berpamitan pada jejaknya
(Nomina, Juli 2020)


