PUISI

KOPI PAHIT

Kopi adalah jasad utuh yang diseduh

Pahit ada roh yang bersembunyi di balik beningnya gelas

Kepahitan yang dituangkan dari wadah keluguan tak mampu merampas martabatnya

segala cacian yang dilepaskan dari mulut keangkuhan tak bisa membinasaan harumnya

bibir adalah pendusta yang mencerca, tak puas menermia kadar hukum kodrat-Nya, lantas lupa hadrat-Nya

Jil isi kepala mengering, jiwa-jiwa melarat, pikiran mengemis inspirasi, meluapkan caci maki

PUISI

Hujan Tengah Malam

Aku adalah air

mengalir dari bukit

meniti kulit bebatuan di lembah

mencari muara terdekat

menjadi danau tempat kau menghabiskan hari saat gelisah


Aku adalah malam gelap

mengunci terang

menarik ekor cahaya yang lelah membasuh punggung tanah

menjadi wajah bulan yang pucat


Aku adalah suara hujan

jatuh dari langit keruh

terbujur kaku di atap rumahmu

menitipkan rindu pada dingin
mewakilkan hangat pada kekasihmu

Nomina, 5 Januari 2021
PUISI

Rahasia Batin

Engkau serupa dewi dalam pikiranku, bagaimana dapat ku hindari rupamu mu? sedangkan setiap hari jiwaku dibasuhi cahayamu

Engkau adalah pohon rindang di tengah gurun pasir, bagaimana aku menolak teduhmu? jika sengat matahari membakar tubuhku

Engkau adalah ibu dalam kamus lain, bagaimana aku menolak keberadaanmu? jika arti yang kucari itu ada padamu.

Tasikmalaya, Desember 2020

PUISI

Puisi : “Kita”

Fixel

Kita meliuk pada samudera yang sama

Digulung ombak dan badai

Terkadang diselimuti dingin dan sunyi

Tapi aku harus merangkak bersama harapan

Aku tahu tepi itu tidak mudah untuk dijangkau

Bahkan tangan dan kaki ini tak mampu menggapai

Kenapa hati dan hati dipisah?

Jarak dan waktu selalu membelah

Jika dua jiwa harus berpamitan

Pada sahut suara hujan

Yakinlah warna pelangi menyambut terang

Nomina, Nov 2020
PUISI

Ejaan Makna

Pixels


/1/

A Ba Ta,

Hujan kekasihku, aku memelukmu saat datang

Mesti kurasakan sayatanmu sore ini

Sesekali kuluangkan pikiran untuk menghitung

Jarak tempuh rintik dari cakrawala ke bumi gersang

Agar hatiku paham, biji-bijian di ladang kasih menumbuh

/2/

Ha wa ya,

Bunga hatiku menjadi kabut malam

Menyimpan gigil di tubuhku

Seumur hidup melobangi tebalnya tembok-tembok

Hanya ingin cahaya tembus ke generasi

Nomina, Oktober 2020
PUISI

Kalinikta

Oh,

Seolah-olah matahari sedang kelelahan, ia bersembunyi di puncak gunung. Warna merah keemasan menyusut, burung kecil mengikuti putaran cahaya

Masuklah ke sarang … masuklah dengan perlahan. Hari mulai berselimut gelap

Oh,

Malam yang cantik, engkau didandani bintang, langit pun berkerudung putih, sinar bulan yang mungil menyibak Mega

Sekelompok kunang-kunang dengan kerlipnya mengitari tubuhku

Oh,

Terangi jalanku! Hangati tubuhku!

Nomina