PUISI

Puisi : Puisi Sebelum Tidur

Pixel

Tidurlah!

Tidurlah dengan nyenyak

Ranjang malam yang empuk

Selimut bulan nan lembut

Rintik dari ujung genting belum menyerah

Tutup matamu dengan rapat

Simpan kuncinya di dalam ingatan

Semesta sedang riuh

Petir mengincar yang lemah

Nomina, November 2020
PUISI

Puisi : “Kita”

Fixel

Kita meliuk pada samudera yang sama

Digulung ombak dan badai

Terkadang diselimuti dingin dan sunyi

Tapi aku harus merangkak bersama harapan

Aku tahu tepi itu tidak mudah untuk dijangkau

Bahkan tangan dan kaki ini tak mampu menggapai

Kenapa hati dan hati dipisah?

Jarak dan waktu selalu membelah

Jika dua jiwa harus berpamitan

Pada sahut suara hujan

Yakinlah warna pelangi menyambut terang

Nomina, Nov 2020
PUISI

Ejaan Makna

Pixels


/1/

A Ba Ta,

Hujan kekasihku, aku memelukmu saat datang

Mesti kurasakan sayatanmu sore ini

Sesekali kuluangkan pikiran untuk menghitung

Jarak tempuh rintik dari cakrawala ke bumi gersang

Agar hatiku paham, biji-bijian di ladang kasih menumbuh

/2/

Ha wa ya,

Bunga hatiku menjadi kabut malam

Menyimpan gigil di tubuhku

Seumur hidup melobangi tebalnya tembok-tembok

Hanya ingin cahaya tembus ke generasi

Nomina, Oktober 2020
PUISI

Kalinikta

Oh,

Seolah-olah matahari sedang kelelahan, ia bersembunyi di puncak gunung. Warna merah keemasan menyusut, burung kecil mengikuti putaran cahaya

Masuklah ke sarang … masuklah dengan perlahan. Hari mulai berselimut gelap

Oh,

Malam yang cantik, engkau didandani bintang, langit pun berkerudung putih, sinar bulan yang mungil menyibak Mega

Sekelompok kunang-kunang dengan kerlipnya mengitari tubuhku

Oh,

Terangi jalanku! Hangati tubuhku!

Nomina
PUISI

Puisi Adalah

Puisi adalah lukisan abstrak dalam hati penyair, diberi warna oleh kata-kata

Puisi adalah suara yang tak pernah tahu di mana asalnya, didengungkan oleh perasaan gelisah, rindu dan cinta

Puisi adalah definisi tegas yang tidak ada di kamus bahasa

Nomina
PUISI

Intrinsik

Pelita tak hanya tampak di malam hari

Ia terbit kapan saja

Setelah gugup

Manakala nalar tak lagi bisa menakar

Seperti huruf yang lahir dari ujung jari, dengan kata-kata

Kunyalakan

(nomina, 7 Juni 2020)

PUISI

Mustahil

Orang-orang berharap sebuah topi jatuh dari langit tepat di atas kepalanya

Sedangkan di pikirannya tidak ada tempat untuk bernaung

Mustahil

(Nomina, 20 Mei 2020)

PUISI

Ilalang

Dia naik ke puncak tanah, dia diberi hidup, rimbun menahun mengiring musim

Mekarnya bergantian, malai mahkota yang melingkar di kepala sang ratu penguasa

Menjulang batang lidahnya mengiris angin, tajam daunnya laksana ranjau duri memotong sendi

Nomina, Juni 2006

PUISI

Si Fulan dan Hukum Waktu

Paduka agung berkata padaku, pada pepatah serupa titah, laksana nasihat pun secarik wasiat ; Aku telah menyemai benih emas di ladang hening, pada tandusnya lahan pikiran, saat bagan tubuh terasa layu di ranjang malam

Andaikata kau menyelami laut sunyiku, maka kau akan jelajahi daratku, jika kau kuasai gelapku, maka kuberikan cahaya padamu, apabila kau melangkah dalam pagiku, niscaya kuarahkan senjamu

Aku berbisik padanya ;

Aku bagaikan daging yang disayat oleh waktu, sentuhannya sangatlah halus, tak ada yang mampu mencegah tajamnya, bilamana aku mengasari, tergoreslah aku

(Nomina, Mei 2020)