“Aku tertarik dengan pesona semampai seorang gadis, ia berjalan pelan seperti kerbau, dengan busana kebijaksanaan, mengubur senyumnya dalam-dalam, tapi dari kedua pipinya memancar sinar mengkilat seperti biji mutiara di tengah cahaya” – nomina-
Pada suatu malam, aku tak melihat satupun rahasia dari kegelapan kecuali bintang yang berjalan lamban, seperti seorang perempuan yang duduk sambil menekuk senyumnya. Sehingga ketika malam itu menggelapkan kenyataan, aku adalah tamu, datang menuju cahaya bulan, warnanya keruh putih seperti bulu serigala
Aku meratapi duka lara serta payah di setiap kedip, aku menentang malam dengan kekerasan hati, aku memuji Tuhanku diantara malapetaka, lalu dukaku terbang dengan ringan melebihi angin. Selepas pagi, sinar matahari membungkuk, membangunkan masa mudaku menatap cermin di dinding, usia muda telah lewat, meluap sampai di leher dan uban yang tumbuh mengingatkanku dari mimpi-mimpi
Jaket tebal dengan uraian bulu lembut di leher, sorban melilit dan baju zirah bersiap melindungi kesepianku. Sifat jalang mata burung yang liar, Aku ingin duduk sebentar, diantara dua ujung sayap burung elang yang gugup menyambar merpati pada hari yang mendung. Ku bangun rumah di tanah kosong sunyi, senyap, gelap, hatiku terikat di keramaian, ku duduk seperti keledai hutan, tidak ada orang melewati, nihil suara kaki, air menyakitkan, rumput menjalar dari pori-pori bumi
Dan lagi, matahari membangun lamunan siang, terkunci nyanyian serangga hutan bersama pikiran yang datang dari ruas kayu seperti angin dan tornado
Kota Santri, 2021
Eh teman-teman, setelah selesai membabat habis rumput-rumput di pinggir kolam, rencananya akan ku tanami sayuran, cabai rawit, kuncai, kacang panjang, nanti aku kabari dadaaahhhh hehehe
Sejatinya kehidupan selalu diawali dengan kesulitan, namun jika dijalani dengan ketenangan akan berakhir dengan keberhasilan
Imriti
Dokpri
Seseorang yang sedang menempuh jalan salik ; mendekatkan dirinya kepada sang khalik akan terus diuji dengan berbagai macam ujian, baik dari segi psike ataupun psikis. Kebanyakan orang mengatakan bahwa ujiannya tergantung klasifikasi jiwa masing-masing. Namun terkadang Allah SWT mempunyai sekenario lain ; bertolak belakang dengan apa yang dipikirkan oleh dalil pikiran ; hujjah, dengan alasan bahwa apa yang terkandung dalam akal manusia semuanya berhubungan dengan sifat-sifat makhluk (mumkinul wujud). Akal tidak akan mampu mendobrak perkara-perkara yang bersifat (wajibul wujud) karena itu bukan urusan akal, akan tetapi sudah menjadi bagian hati (iman). Seperti contoh : sekali waktu saya mendapati seorang siswa yang sedang kebingungan mengisi lembar jawaban karena soal dalam lembar ujian belum tersampaikan oleh seorang guru di kelasnya. Bukti bahwa soal yang sedang dihadapi oleh siswa tersebut tidak ada dalam kapasitas pemikirannya. Begitu pula dalam ujian hidup seorang manusia.
Jauh sebelum Aristoteles atau Heraklitos mengumandangkan jalan pikirannya Syeikh Sonhaji, Ibnu Malik, telah lebih dulu berpacu untuk mencerdaskan pikiran manusia, dengan metode pengkajian huruf hijiyah, hanya saja tidak seluruh umat manusia menyadari akan hal tersebut. Oleh sebab itu galilah huruf demi huruf kata demi kata sebab yang terkandung dalam huruf itu adalah cahaya ilmu.